Tidak diragukan lagi bahwa keikhlasan peruqyah akan bermanfaat bagi pasien yang diruqyahnya, dengannya Allah Subhaanahu wata’ala akan menjadikannya bermanfaat bagi manusia. Jadi dengan keikhlasan seorang peruqyah itu bias dibandingkan, karena itu menjadi tolak ukur yang hakiki terhadap kekuatan Ruqyah itu sendiri. Peruqyah yang ikhlas, ketika meruqyah pasien, segala perhatiannya pada saat menyembuhkan pasiennya terkumpul antara penghadapannya kepada Allah, ketundukannya, dan mengharap pahala, juga menjadikan pusat perhatiannya pada firman Allah Ta’alaa, yaitu :

 فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ 

“...Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seseorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya....”
(Qs. Al-Maidah : 32).

Dan juga perhatiannya terhadap beberapa hadits Nabi Shalallaahu ‘alayhi Wasallam, yaitu :
عن أبى هريرة قال قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم من نّفس عن مؤمنٍ كربةً من كرب الدّنيا نفّس الله عنه كربةً من كرب يوم القيامة ومن يسّر على معسرٍ يسّر الله عليه فى الدّنيا والآخرة.

“Dari Abu Hurairah dia berkata : Rosulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam telah bersabda : ‘Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari satu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari qiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan didunia dan akhirat.”
(Hr. Muslim No. 4867)

عن جابر رضي الله عنهما قال : قال رسولالله صلى الله عليه وسلّم : خير النّاس أنفعهم للنّاس

“Jabir Rodhiallaahu ‘anhuma bercerita bahwa Rosulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfa’at bagi manusia.”
(Hr. Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruquthni, Hadits ini dihasankan oleh syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3289).

سمعت عمر بن الخطّاب رضي الله عنه على المنبر قال سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول إنّما الأعمال بالنّيات وإنّما لكلّ امرئٍ ما نوى فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها أوإلى امرأةٍ ينكحها فهجرته إلى ماهاجرإليه.

“Saya pernah mendengar Umar bin Al Khattab radhiyallaahu ‘anhu diatas mimbar berkata : saya mendengar Rosulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang dia niatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia niatkan.”
(Hr. Bukhari, Muslim, dan Empat imam ahli hadits).

Keikhlasan merupakan salah satu rukun yang menentukan berhasilnya ruqyah. Seorang peruqyah dan pada akhirnya akan bermanfaat bagi pasiennya atau dengan kata lain pasien itu bias sembuh dengan ijin Allah.

Keikhlasan itu akan kita dapatkan bila kita fahami dan hayati firman Allah diatas juga beberapa hadits Nabi diatas.
Demikian semoga bermanfa’at.

IKHLAS DASAR SEGALA PERBUATAN



Tidak diragukan lagi bahwa keikhlasan peruqyah akan bermanfaat bagi pasien yang diruqyahnya, dengannya Allah Subhaanahu wata’ala akan menjadikannya bermanfaat bagi manusia. Jadi dengan keikhlasan seorang peruqyah itu bias dibandingkan, karena itu menjadi tolak ukur yang hakiki terhadap kekuatan Ruqyah itu sendiri. Peruqyah yang ikhlas, ketika meruqyah pasien, segala perhatiannya pada saat menyembuhkan pasiennya terkumpul antara penghadapannya kepada Allah, ketundukannya, dan mengharap pahala, juga menjadikan pusat perhatiannya pada firman Allah Ta’alaa, yaitu :

 فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ 

“...Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seseorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya....”
(Qs. Al-Maidah : 32).

Dan juga perhatiannya terhadap beberapa hadits Nabi Shalallaahu ‘alayhi Wasallam, yaitu :
عن أبى هريرة قال قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم من نّفس عن مؤمنٍ كربةً من كرب الدّنيا نفّس الله عنه كربةً من كرب يوم القيامة ومن يسّر على معسرٍ يسّر الله عليه فى الدّنيا والآخرة.

“Dari Abu Hurairah dia berkata : Rosulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam telah bersabda : ‘Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari satu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari qiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan didunia dan akhirat.”
(Hr. Muslim No. 4867)

عن جابر رضي الله عنهما قال : قال رسولالله صلى الله عليه وسلّم : خير النّاس أنفعهم للنّاس

“Jabir Rodhiallaahu ‘anhuma bercerita bahwa Rosulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfa’at bagi manusia.”
(Hr. Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruquthni, Hadits ini dihasankan oleh syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3289).

سمعت عمر بن الخطّاب رضي الله عنه على المنبر قال سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول إنّما الأعمال بالنّيات وإنّما لكلّ امرئٍ ما نوى فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها أوإلى امرأةٍ ينكحها فهجرته إلى ماهاجرإليه.

“Saya pernah mendengar Umar bin Al Khattab radhiyallaahu ‘anhu diatas mimbar berkata : saya mendengar Rosulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang dia niatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia niatkan.”
(Hr. Bukhari, Muslim, dan Empat imam ahli hadits).

Keikhlasan merupakan salah satu rukun yang menentukan berhasilnya ruqyah. Seorang peruqyah dan pada akhirnya akan bermanfaat bagi pasiennya atau dengan kata lain pasien itu bias sembuh dengan ijin Allah.

Keikhlasan itu akan kita dapatkan bila kita fahami dan hayati firman Allah diatas juga beberapa hadits Nabi diatas.
Demikian semoga bermanfa’at.

No comments