.اَللَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَدِهِ الرِّيْحِ، وَخَيْرِمَافِيْهَا، وَخَيْرِمَاأَمَرْتَ بِهِ، وَنَعُوْذّبٍكَ مِنْ شَرِّهَذِهِ الرِّيْحِ، وَشَرِّمَافِيْهَا، وَشَرِّمَااَمَرْتَ بِهِ


Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang telah Engkau perintahkan. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, Kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang telah Engkau perintahkan. 
(Hr. Tirmidzi)

Pada dasarnya angin atau udara adalah sesuatu yang berharga bagi manusia. Tanpa adanya angin atau udara, tidak hanya manusia, seluruh makhluk yang ada di muka bumi bisa musnah. Secara redaksional, do'a tersebut memuat tentang permohonan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tentang kebaikan dan manfaat angin. Kebaikan yang dimaksud dalam doa ini tidak lain adalah kebaikan yang bisa bermanfaat bagi kehidupan.

Kita tahu angin puting beliung hanya akan terjadi jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkannya. Karena itu dalam doa tersebut, saat terjadi angin kencang kita dianjurkan untuk memohon perlindungan marabahaya yang dihasilkannya. Siapa yang bisa mengendalikan Angin, tidak lain adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Lagi-lagi Manusia adalah makhluk lemah yang tidak memiliki daya upaya apa pun di hadapan kehendak-Nya. Oleh karena itu, melalui doa tersebut, kita memohon perlindungan dari kejahatan yang dihasilkan angin. Ketahuilah virus, bakteri, angin, langit, gunung, dan seluruh yang ada di jagat raya hanya tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka tidak ada tempat meminta perlindungan selain hanya kepada-Nya.

Berikut adalah do'a yang lain

اَللّهُمَّ لَقْحًا، لَاعَقِيْمًا.

Ya Allah, jadikan angin itu sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya penyerbukan, dan janganlah jadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna.
(Hr. Ibnu Sunni)

Bila dibandingkan dengan do'a yang sebelumnya, do'a ini jauh lebih singkat secara redaksional. Do'a ini juga sama-sama dinukilkan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu sunni secara tekstual, do'a ini memuat tentang permohonan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar angin kencang yang datang bisa mendatangkan manfaat. Dijelaakan dengan redaksi do'a Yaa Allah jadikan angin ini sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya penyerbukan.

Yang dimaksud dengan penyebab terjadinya penyerbukan tidak lain adalah membawa kemanfaatan. Sekalipun secara redaksional disebutkan tentang penyerbukan, yakni proses pembuahan dalam tanaman. Dalam teori pembuahan tanaman, proses reproduksi tanaman terjadi ketika adanya proses penyerbukan, yaitu putik bunga bertemu dengan kelopak bunga, melalui perantara jasa angin.

Kesimpulannya, angin tersebut membawa kemanfaatan yang baik bagi kehidupan bukan sebaliknya. Kemudian dipertegas dengan bunyi doa Janganlah engkau jadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna. Artinya semoga angin yang berhembus tersebut tidak membawa kemadharatan, yaitu keburukan seperti angin topan dan lain sebagainya yang bisa merugikan kehidupan.

Kemudian, baca pula do'a berikut :

اَللهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَااَرْسَلْتَ فِيْهَا.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah Engkau kirimkan.
(Hr. Ibnu Sunni)

Setelah lebih spesifik, do'a tersebut memiliki konten permohonan kepada Allah Subhanahu ta'ala mengenai sebuah perlindungan. Perlindungan yang dimaksud adalah penjagaan diri dari berbagai kejahatan. Baik yang sifatnya dari alam maupun dari makhluk lain. Hal ini disebabkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala satu-satunya tempat berlindung paling aman bagi kita.

Berdasarkan redaksionalnya, do'a tersebut tak ada yang menyebutkan tentang angin ataupun udara. Bahkan, bisa dikatakan bahwa bacaan do'a cenderung bersifat universal. Namun, justru itulah yang membuat doa ini menjadi istimewa. Do'a ini niscaya akan selalu relevan digunakan di segala situasi dan kondisi. Beda halnya dengan doa-doa sebelumnya cenderung lebih spesifik dengan menyebutkan jenis hajat yang dipanjatkan.

Meskipun demikian, do'a tersebut juga sama-sama langsung diambilkan dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu sunni. Bedanya do'a ini jauh lebih fleksibel mengikuti niat puasa hajat yang diinginkan. Jika hajatnya ingin terhindar dari marabahaya yang dihasilkan oleh angin kencang, maka do'a ini menjadi sangat relevan dengan hajat yang diinginkan. Begitu pula jika dilakukan untuk membentengi diri dari serangan musuh.

Barakallahu fiikum

DOA KETIKA ANGIN BERTIUP KENCANG




.اَللَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَدِهِ الرِّيْحِ، وَخَيْرِمَافِيْهَا، وَخَيْرِمَاأَمَرْتَ بِهِ، وَنَعُوْذّبٍكَ مِنْ شَرِّهَذِهِ الرِّيْحِ، وَشَرِّمَافِيْهَا، وَشَرِّمَااَمَرْتَ بِهِ


Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang telah Engkau perintahkan. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, Kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang telah Engkau perintahkan. 
(Hr. Tirmidzi)

Pada dasarnya angin atau udara adalah sesuatu yang berharga bagi manusia. Tanpa adanya angin atau udara, tidak hanya manusia, seluruh makhluk yang ada di muka bumi bisa musnah. Secara redaksional, do'a tersebut memuat tentang permohonan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tentang kebaikan dan manfaat angin. Kebaikan yang dimaksud dalam doa ini tidak lain adalah kebaikan yang bisa bermanfaat bagi kehidupan.

Kita tahu angin puting beliung hanya akan terjadi jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkannya. Karena itu dalam doa tersebut, saat terjadi angin kencang kita dianjurkan untuk memohon perlindungan marabahaya yang dihasilkannya. Siapa yang bisa mengendalikan Angin, tidak lain adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Lagi-lagi Manusia adalah makhluk lemah yang tidak memiliki daya upaya apa pun di hadapan kehendak-Nya. Oleh karena itu, melalui doa tersebut, kita memohon perlindungan dari kejahatan yang dihasilkan angin. Ketahuilah virus, bakteri, angin, langit, gunung, dan seluruh yang ada di jagat raya hanya tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka tidak ada tempat meminta perlindungan selain hanya kepada-Nya.

Berikut adalah do'a yang lain

اَللّهُمَّ لَقْحًا، لَاعَقِيْمًا.

Ya Allah, jadikan angin itu sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya penyerbukan, dan janganlah jadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna.
(Hr. Ibnu Sunni)

Bila dibandingkan dengan do'a yang sebelumnya, do'a ini jauh lebih singkat secara redaksional. Do'a ini juga sama-sama dinukilkan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu sunni secara tekstual, do'a ini memuat tentang permohonan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar angin kencang yang datang bisa mendatangkan manfaat. Dijelaakan dengan redaksi do'a Yaa Allah jadikan angin ini sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya penyerbukan.

Yang dimaksud dengan penyebab terjadinya penyerbukan tidak lain adalah membawa kemanfaatan. Sekalipun secara redaksional disebutkan tentang penyerbukan, yakni proses pembuahan dalam tanaman. Dalam teori pembuahan tanaman, proses reproduksi tanaman terjadi ketika adanya proses penyerbukan, yaitu putik bunga bertemu dengan kelopak bunga, melalui perantara jasa angin.

Kesimpulannya, angin tersebut membawa kemanfaatan yang baik bagi kehidupan bukan sebaliknya. Kemudian dipertegas dengan bunyi doa Janganlah engkau jadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna. Artinya semoga angin yang berhembus tersebut tidak membawa kemadharatan, yaitu keburukan seperti angin topan dan lain sebagainya yang bisa merugikan kehidupan.

Kemudian, baca pula do'a berikut :

اَللهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَااَرْسَلْتَ فِيْهَا.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah Engkau kirimkan.
(Hr. Ibnu Sunni)

Setelah lebih spesifik, do'a tersebut memiliki konten permohonan kepada Allah Subhanahu ta'ala mengenai sebuah perlindungan. Perlindungan yang dimaksud adalah penjagaan diri dari berbagai kejahatan. Baik yang sifatnya dari alam maupun dari makhluk lain. Hal ini disebabkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala satu-satunya tempat berlindung paling aman bagi kita.

Berdasarkan redaksionalnya, do'a tersebut tak ada yang menyebutkan tentang angin ataupun udara. Bahkan, bisa dikatakan bahwa bacaan do'a cenderung bersifat universal. Namun, justru itulah yang membuat doa ini menjadi istimewa. Do'a ini niscaya akan selalu relevan digunakan di segala situasi dan kondisi. Beda halnya dengan doa-doa sebelumnya cenderung lebih spesifik dengan menyebutkan jenis hajat yang dipanjatkan.

Meskipun demikian, do'a tersebut juga sama-sama langsung diambilkan dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu sunni. Bedanya do'a ini jauh lebih fleksibel mengikuti niat puasa hajat yang diinginkan. Jika hajatnya ingin terhindar dari marabahaya yang dihasilkan oleh angin kencang, maka do'a ini menjadi sangat relevan dengan hajat yang diinginkan. Begitu pula jika dilakukan untuk membentengi diri dari serangan musuh.

Barakallahu fiikum

No comments