ruqyah syariah

Berikut adalah sebuah kisah testimoni penyembuhan dalam sebuah sesi ruqyah dengan seorang pakar ruqyah internasional bernama Abu Mohamed yang di posting oleh nickname Lailathemuslim dalam sebuah milis forum muslim berbahasa inggris di www.ummah.com. Berikut kesaksian lengkapnya dari seorang ikhwan yang tidak disebutkan namanya.

Ini adalah ringkasan singkat pengalaman saya sebelum, selama dan setelah mengunjungi Abu Mohammed dan menjalani proses ruqyah.

Kesaksian ini dibagi dalam tiga segmen yaitu; 

  1. · Kondisi sebelum di ruqyah
  2. · Apa yang terjadi selama sesi ruqyah
  3. · Bagaimana perasaan setelah di ruqyah


Tiga tahun terakhir hidup saya telah menjadi periode yang paling sulit, melelahkan, menyedihkan dan menyakitkan yang pernah saya lalui, baik secara psikologis maupun fisik. Dan hanya Allah Yang Mahatinggi yang memiliki pengetahuan tentang rasa sakit seperti apa yang saya alami di dunia ini, dan hanya Allah saja yang dapat sepenuhnya menyembuhkan hambanya. Tidak ada kekuatan, kecuali atas izin Allah semata.

Kondisi saya sebelum di ruqyah
Untuk meringkas bagaimana kondisi kesehatan saya sebelum di ruqyah, bermula pada tahun 2009 saya mulai merasakan sakit perut, migrain parah dan bolak balik ke toilet karena mencret. Dokter umum saya merasa sangat prihatin dan mengirim saya ke Rumah Sakit untuk melakukan Colonoscopy (kamera kecil dimasukkan melalui dubur untuk mengambil foto & sampel masalah.)

Setelah prosedur ini dilakukan sekitar tanggal 09 November, saya didiagnosis mengidap Ulcerative radang usus besar. Penyakit jangka panjang ini adalah penyakit berbahaya di usus besar yang menyebabkan bisul di usus besar sehingga sangat sulit untuk mencerna makanan seperti dalam kasus saya. Tanggal 10 Januari, saya dirujuk oleh dokter saya ke departemen Gastroenterologi, di rumah sakit setempat. Dari periode ini hingga 10 Juni, merupakan salah satu periode paling sulit yang pernah saya lalui. Bolak balik ke toilet lima hingga enam kali sehari, memuntahkan makanan yang baru saja saya makan, kehilangan banyak darah, (yang mengakibatkan saya juga menderita anemia), sel darah merah yang rendah, yang sekarang mengharuskan saya untuk mengkonsumsi suplemen zat besi.

Saya kehilangan banyak berat badan dari 76kg menjadi 67 kg, hampir 20kg! Serta merta saya mulai menderita depresi. Setengah lusin jenis obat diresepkan untuk saya, yang terakhir adalah Predisoline (sejenis Steroid yang kuat) yang memiliki berbagai efek samping, termasuk kerontokan rambut. Tinggal di rumah sakit selama lima belas hari, menjalani berbagai pemindaian (scanning), tes darah dan prosedur lainnya, anehnya semua menunjukkan hasil yang normal.

Dokter dan Konsultan pun merasa bingung ketika berat badan saya turun lebih banyak di rumah sakit yang akhirnya hanya berbobot 54 kg, dan ini berat yang kurang normal untuk seorang pria berusia dua puluh empat tahun. Sekali lagi saya melakukan Colonoscopy dan sampel yang diambil dari ini dikirim untuk biopsi. Hasil sampel dari spesialis tidak meyakinkan, (ini berarti saya tidak memiliki penyakit seperti dugaan sebelumnya hanya beberapa lendir di usus besar), Konsultan medis saya akhirnya mendiagnosis saya mengidap Crohn (Sejenis penyakit radang usus kronis), meskipun hasil tesnya berbeda.

Dalam keadaan yang sangat lemah dan tak berdaya di ranjang rumah sakit, seorang temanku menawariku minyak Habbatusauda dan air mineral, yang keduanya dibacakan dengan ayat-ayat Alquran. Mulai dalam keadaan putus asa, saya meminumnya di pagi hari. Ini sangat mengejutkan, berat badan saya masih di 54kg namun saya sudah tidak sering ke toilet lagi. Kesehatan saya kemudian mulai membaik hanya dalam sepuluh hari. Nafsu makan saya mulai kembali, subhanallah Al-Qur'an sebagai obat untuk orang-orang beriman.

Seiring berlalunya waktu, saya mulai mengurangi asupan air ruqyah dan minyak Habbatusauda. Masalahpun mulai kembali lagi pada saya, namun kali ini saya memperhatikan bagian-bagian kulit saya bergerak, alis saya bergetar, mimpi buruk yang mengerikan, ingatan yang sangat buruk, perubahan suasana hati, di samping banyak darah yang keluar di toilet. Saya berusaha membuat air ruqyah. Pada titik ini setelah melakukan beberapa penelitian saya menyadari bahwa saya adalah korban dari gangguan Jin.

Apa yang terjadi selama sesi Ruqyah?
Singkat cerita saya pun bertemu dengan Abu Mohammed, ia mulai membacakan Alquran pada saya, serta menyemprotkan saya dengan air ruqyah, dan ini mengungkap semuanya. Jin di dalam diriku mulai mengancam ustad Abu Mohammed untuk berhenti atau ia akan menghadapi konsekuensinya.

Abu Mohammed memaksa jin betina itu untuk mengaku berapa lama ia telah ada di tubuh saya. Mengapa jin itu memberi saya rasa sakit? Dan Abu Mohammed memberikan pilihan pada jin itu untuk memeluk Islam atau dibakar oleh bacaan ruqyah. Tapi jin tersebut tetap keras kepala dan ia tidak mau pergi dari tubuh saya, Abu Mohammed pun mulai membakarnya, akhirnya jin itupun pergi melalui kaki kiri saya. Ternyata ada jin lain kemudian mengeluh takut dibunuh dengan pembacaan ayat-ayat ruqyah dan bersedia memeluk Islam hanya jika dia dijanjikan akan diampuni. Jin itu pun kemudian masuk islam dan mengubah namanya menjadi Abdullah, ia kemudian tampaknya pergi. Satu lagi Jin juga menjadi Muslim, dia mengaku hidup di perutku setelah aku memakan makanan sihir beberapa tahun yang lalu, itulah sebabnya dia membuat borok di usus besarku. Jin itu belum pergi selama sesi Ruqyah ini karena waktu juga sudah tidak memungkinkan, tapi setidaknya dia sekarang telah menjadi seorang Muslim.

Bagaimana perasaan saya setelah sesi Ruqyah 
Segera setelah sesi ruqyah berakhir, saya merasakan perubahan dramatis dalam kesehatan saya, di samping kepribadian saya. Kata-kata tidak bisa menjelaskan kelegaan yang saya alami setelah melalui ini. Beban dari pundak saya tidak dapat dijelaskan rasanya telah menghilang. Dalam perjalanan kembali ke rumah, saya berusaha menahan diri untuk tidak menangis di kereta, karena saya merasa sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah. Hidup saya perlahan-lahan kembali normal seperti yang saya alami bertahun-tahun yang lalu. Alhamdulillah.

Saya diberi beberapa menu yang harus saya konsumsi oleh Abu Mohammed yang meliputi; empat sendok minyak zaitun sehari, air ruqyah, mendengarkan CD Al-Quran dua kali sehari, ditambah dengan kewajiban untuk mematuhi semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah.

Namun itu belum berakhir! Dua minggu setelah sesi saya ini, ketika saya sedang mendengarkan CD Al-Quran yang diberikan kepada saya, saya merasakan jin lain keluar dari kaki saya. Alhamdulillah! Tidak ada kekuatan, kecuali atas izin Allah! Setelah keluarnya Jin ini, saya merasa lebih banyak kedamaian, lebih banyak ketenangan, dan lebih banyak harmoni yang tumbuh dalam hati saya. Saya sangat senang. Saya tidak pernah tahu perasaan semacam ini pernah ada. Sekali lagi semua pujian hanya bagi Allah, bersyukur saya bertemu ustad seperti Abu Muhammad ini. Kemudian saya baru saja menyelesaikan kursus singkat yang akan memungkinkan untuk kembali bekerja dan menjalani kehidupan normal. Sekali lagi Alhamdulillah.

Bertobatnya Jin Yang Berdiam Di Perut

ruqyah syariah

Berikut adalah sebuah kisah testimoni penyembuhan dalam sebuah sesi ruqyah dengan seorang pakar ruqyah internasional bernama Abu Mohamed yang di posting oleh nickname Lailathemuslim dalam sebuah milis forum muslim berbahasa inggris di www.ummah.com. Berikut kesaksian lengkapnya dari seorang ikhwan yang tidak disebutkan namanya.

Ini adalah ringkasan singkat pengalaman saya sebelum, selama dan setelah mengunjungi Abu Mohammed dan menjalani proses ruqyah.

Kesaksian ini dibagi dalam tiga segmen yaitu; 

  1. · Kondisi sebelum di ruqyah
  2. · Apa yang terjadi selama sesi ruqyah
  3. · Bagaimana perasaan setelah di ruqyah


Tiga tahun terakhir hidup saya telah menjadi periode yang paling sulit, melelahkan, menyedihkan dan menyakitkan yang pernah saya lalui, baik secara psikologis maupun fisik. Dan hanya Allah Yang Mahatinggi yang memiliki pengetahuan tentang rasa sakit seperti apa yang saya alami di dunia ini, dan hanya Allah saja yang dapat sepenuhnya menyembuhkan hambanya. Tidak ada kekuatan, kecuali atas izin Allah semata.

Kondisi saya sebelum di ruqyah
Untuk meringkas bagaimana kondisi kesehatan saya sebelum di ruqyah, bermula pada tahun 2009 saya mulai merasakan sakit perut, migrain parah dan bolak balik ke toilet karena mencret. Dokter umum saya merasa sangat prihatin dan mengirim saya ke Rumah Sakit untuk melakukan Colonoscopy (kamera kecil dimasukkan melalui dubur untuk mengambil foto & sampel masalah.)

Setelah prosedur ini dilakukan sekitar tanggal 09 November, saya didiagnosis mengidap Ulcerative radang usus besar. Penyakit jangka panjang ini adalah penyakit berbahaya di usus besar yang menyebabkan bisul di usus besar sehingga sangat sulit untuk mencerna makanan seperti dalam kasus saya. Tanggal 10 Januari, saya dirujuk oleh dokter saya ke departemen Gastroenterologi, di rumah sakit setempat. Dari periode ini hingga 10 Juni, merupakan salah satu periode paling sulit yang pernah saya lalui. Bolak balik ke toilet lima hingga enam kali sehari, memuntahkan makanan yang baru saja saya makan, kehilangan banyak darah, (yang mengakibatkan saya juga menderita anemia), sel darah merah yang rendah, yang sekarang mengharuskan saya untuk mengkonsumsi suplemen zat besi.

Saya kehilangan banyak berat badan dari 76kg menjadi 67 kg, hampir 20kg! Serta merta saya mulai menderita depresi. Setengah lusin jenis obat diresepkan untuk saya, yang terakhir adalah Predisoline (sejenis Steroid yang kuat) yang memiliki berbagai efek samping, termasuk kerontokan rambut. Tinggal di rumah sakit selama lima belas hari, menjalani berbagai pemindaian (scanning), tes darah dan prosedur lainnya, anehnya semua menunjukkan hasil yang normal.

Dokter dan Konsultan pun merasa bingung ketika berat badan saya turun lebih banyak di rumah sakit yang akhirnya hanya berbobot 54 kg, dan ini berat yang kurang normal untuk seorang pria berusia dua puluh empat tahun. Sekali lagi saya melakukan Colonoscopy dan sampel yang diambil dari ini dikirim untuk biopsi. Hasil sampel dari spesialis tidak meyakinkan, (ini berarti saya tidak memiliki penyakit seperti dugaan sebelumnya hanya beberapa lendir di usus besar), Konsultan medis saya akhirnya mendiagnosis saya mengidap Crohn (Sejenis penyakit radang usus kronis), meskipun hasil tesnya berbeda.

Dalam keadaan yang sangat lemah dan tak berdaya di ranjang rumah sakit, seorang temanku menawariku minyak Habbatusauda dan air mineral, yang keduanya dibacakan dengan ayat-ayat Alquran. Mulai dalam keadaan putus asa, saya meminumnya di pagi hari. Ini sangat mengejutkan, berat badan saya masih di 54kg namun saya sudah tidak sering ke toilet lagi. Kesehatan saya kemudian mulai membaik hanya dalam sepuluh hari. Nafsu makan saya mulai kembali, subhanallah Al-Qur'an sebagai obat untuk orang-orang beriman.

Seiring berlalunya waktu, saya mulai mengurangi asupan air ruqyah dan minyak Habbatusauda. Masalahpun mulai kembali lagi pada saya, namun kali ini saya memperhatikan bagian-bagian kulit saya bergerak, alis saya bergetar, mimpi buruk yang mengerikan, ingatan yang sangat buruk, perubahan suasana hati, di samping banyak darah yang keluar di toilet. Saya berusaha membuat air ruqyah. Pada titik ini setelah melakukan beberapa penelitian saya menyadari bahwa saya adalah korban dari gangguan Jin.

Apa yang terjadi selama sesi Ruqyah?
Singkat cerita saya pun bertemu dengan Abu Mohammed, ia mulai membacakan Alquran pada saya, serta menyemprotkan saya dengan air ruqyah, dan ini mengungkap semuanya. Jin di dalam diriku mulai mengancam ustad Abu Mohammed untuk berhenti atau ia akan menghadapi konsekuensinya.

Abu Mohammed memaksa jin betina itu untuk mengaku berapa lama ia telah ada di tubuh saya. Mengapa jin itu memberi saya rasa sakit? Dan Abu Mohammed memberikan pilihan pada jin itu untuk memeluk Islam atau dibakar oleh bacaan ruqyah. Tapi jin tersebut tetap keras kepala dan ia tidak mau pergi dari tubuh saya, Abu Mohammed pun mulai membakarnya, akhirnya jin itupun pergi melalui kaki kiri saya. Ternyata ada jin lain kemudian mengeluh takut dibunuh dengan pembacaan ayat-ayat ruqyah dan bersedia memeluk Islam hanya jika dia dijanjikan akan diampuni. Jin itu pun kemudian masuk islam dan mengubah namanya menjadi Abdullah, ia kemudian tampaknya pergi. Satu lagi Jin juga menjadi Muslim, dia mengaku hidup di perutku setelah aku memakan makanan sihir beberapa tahun yang lalu, itulah sebabnya dia membuat borok di usus besarku. Jin itu belum pergi selama sesi Ruqyah ini karena waktu juga sudah tidak memungkinkan, tapi setidaknya dia sekarang telah menjadi seorang Muslim.

Bagaimana perasaan saya setelah sesi Ruqyah 
Segera setelah sesi ruqyah berakhir, saya merasakan perubahan dramatis dalam kesehatan saya, di samping kepribadian saya. Kata-kata tidak bisa menjelaskan kelegaan yang saya alami setelah melalui ini. Beban dari pundak saya tidak dapat dijelaskan rasanya telah menghilang. Dalam perjalanan kembali ke rumah, saya berusaha menahan diri untuk tidak menangis di kereta, karena saya merasa sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah. Hidup saya perlahan-lahan kembali normal seperti yang saya alami bertahun-tahun yang lalu. Alhamdulillah.

Saya diberi beberapa menu yang harus saya konsumsi oleh Abu Mohammed yang meliputi; empat sendok minyak zaitun sehari, air ruqyah, mendengarkan CD Al-Quran dua kali sehari, ditambah dengan kewajiban untuk mematuhi semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah.

Namun itu belum berakhir! Dua minggu setelah sesi saya ini, ketika saya sedang mendengarkan CD Al-Quran yang diberikan kepada saya, saya merasakan jin lain keluar dari kaki saya. Alhamdulillah! Tidak ada kekuatan, kecuali atas izin Allah! Setelah keluarnya Jin ini, saya merasa lebih banyak kedamaian, lebih banyak ketenangan, dan lebih banyak harmoni yang tumbuh dalam hati saya. Saya sangat senang. Saya tidak pernah tahu perasaan semacam ini pernah ada. Sekali lagi semua pujian hanya bagi Allah, bersyukur saya bertemu ustad seperti Abu Muhammad ini. Kemudian saya baru saja menyelesaikan kursus singkat yang akan memungkinkan untuk kembali bekerja dan menjalani kehidupan normal. Sekali lagi Alhamdulillah.

No comments