Air Hujan

Bismillah..
Saat turun hujan, itu waktu emas untuk berdoa.

Di dalam hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

‎ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: (1)do’a ketika adzan dan (2) do’a ketika ketika turunnya hujan.”(HR. Al Hakim dan Al Baihaqi). 
Maka Do’a yang amat baik dibaca kala itu adalah, اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Selain doa mustajab saat hujan, ternyata hujan juga mendatangkan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman :

‎وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaaf: 9).

Dengan adanya keberkahan inilah, seharusnya umat Islam bisa mengambil berkah (tabarruk) dari air hujan. Karena diantara bentuk mengambil berkah (tabarruk) yang diperbolehkan dalam syariat adalah mengambil berkah dengan air hujan. 

Bentuknya, dengan menghujankan sebagian anggota tubuh kita. Mengapa ini diizinkan? Jawabnya, karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukannya.

Anas bin Malik radhiyallahu anhu menceritakan, Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kami pun bertanya, Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian? Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan. (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya).

Imam An Nawawi menjelaskan, Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat. Rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Taala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bertabaruk (mengambil berkah) darinya.(Syarh Shahih Muslim, 6/195).

Bagi antunna yang terkena gangguan berat, sakit menahun, sakit yang tidak terdeteksi oleh medis, atau qolbunya yang sedang sakit (was-was, dendam, iri, hasad, ujub, dan lain-lain). Maka ruqyah dengan teknik mandi air hujan ini sangat bagus dan cocok untuk dipraktekan.

Selain kita menjalankan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, kesempatan bagi kita untuk menghancurkan para pasukan syetan la’natullah ‘alaih. Karena ternyata, air hujan ini bisa menghilangkan gangguan-gangguan syetan serta dapat menguatkan qolbu kita.

Sebagaimana Allah berfirman :

‎إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

“(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)”. (Al Anfaal : 11).

Masyaa Allah.. lalu bagaimana caranya??

1. Tunggu air hujan yang deras, bukan yg rintik-rintik.

2. Gunakan pakaian syar’i secara sempurna (tidak tipis dan transparan).

3. Berdiri menghadap ke kiblat (kalo bisa jangan duduk atau jongkok, agar air hujannya bisa meresap dan mengalir hingga ke bawah).

4. Posisikan diri berada di atas langit, bukan di penampungan air (seperti di bawah genting atau di saluran pipa).

5. Mulai untuk perbanyak dzikir, istighfar, sholawat, dan doa (doa perlindungan dan doa khusus sesuai harapan dan keinginan kita, misalkan minta kesembuhan, minta kehancuran untuk syetan, minta dikuatkan qolbunya, dan lain-lain).

6. Lanjutkan dengan membaca ayat-ayat ruqyah, cukup yang dihafalkan saja sambil diulang-ulang (minimal al fatihah, ayat kursi, 3 qul, al kafirun, dan az zalzala).

7. Saat membaca ayat-ayat ruqyah sambil di usap-usap seluruh tubuh, agar airnya masuk ke dalam pori-pori kulit.

8. Jika ada reaksi langsung dieksekusi, bisa dengan usapan, tepukan, pijatan, atau bisa dengan sapu lidi (10-15 batang).

9. Minimal terapinya setengah jam sampai 1 jam cukup.

10. Ketika sudah selesai mandi air hujannya, seduhkan madu hangat 2 sdm dengan air hangat 200 ml ditambah jeruk nipis atau bisa dengan habbatussauda. Sebelum diminum diruqyah dulu airnya. Tunggu hingga 5-10 menit, air madunya akan menyebar ke seluruh tubuh (sambil beristighfar).

11. Jika ada reaksi setelah minum madu tersebut. Cukup usapkan atau tepuk-tepuk tarik keluar di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Ulangi hingga hilang reaksi tersebut.

Selamat mencoba teman-teman 😊

Barokallahufiikum..
Semoga bermanfaat 
Sumbet : Ummu Rafiq Ibadurrahman

TUTORIAL RUQYAH MANDIRI #5



Air Hujan

Bismillah..
Saat turun hujan, itu waktu emas untuk berdoa.

Di dalam hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

‎ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: (1)do’a ketika adzan dan (2) do’a ketika ketika turunnya hujan.”(HR. Al Hakim dan Al Baihaqi). 
Maka Do’a yang amat baik dibaca kala itu adalah, اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Selain doa mustajab saat hujan, ternyata hujan juga mendatangkan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman :

‎وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaaf: 9).

Dengan adanya keberkahan inilah, seharusnya umat Islam bisa mengambil berkah (tabarruk) dari air hujan. Karena diantara bentuk mengambil berkah (tabarruk) yang diperbolehkan dalam syariat adalah mengambil berkah dengan air hujan. 

Bentuknya, dengan menghujankan sebagian anggota tubuh kita. Mengapa ini diizinkan? Jawabnya, karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukannya.

Anas bin Malik radhiyallahu anhu menceritakan, Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kami pun bertanya, Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian? Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan. (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya).

Imam An Nawawi menjelaskan, Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat. Rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Taala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bertabaruk (mengambil berkah) darinya.(Syarh Shahih Muslim, 6/195).

Bagi antunna yang terkena gangguan berat, sakit menahun, sakit yang tidak terdeteksi oleh medis, atau qolbunya yang sedang sakit (was-was, dendam, iri, hasad, ujub, dan lain-lain). Maka ruqyah dengan teknik mandi air hujan ini sangat bagus dan cocok untuk dipraktekan.

Selain kita menjalankan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, kesempatan bagi kita untuk menghancurkan para pasukan syetan la’natullah ‘alaih. Karena ternyata, air hujan ini bisa menghilangkan gangguan-gangguan syetan serta dapat menguatkan qolbu kita.

Sebagaimana Allah berfirman :

‎إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

“(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)”. (Al Anfaal : 11).

Masyaa Allah.. lalu bagaimana caranya??

1. Tunggu air hujan yang deras, bukan yg rintik-rintik.

2. Gunakan pakaian syar’i secara sempurna (tidak tipis dan transparan).

3. Berdiri menghadap ke kiblat (kalo bisa jangan duduk atau jongkok, agar air hujannya bisa meresap dan mengalir hingga ke bawah).

4. Posisikan diri berada di atas langit, bukan di penampungan air (seperti di bawah genting atau di saluran pipa).

5. Mulai untuk perbanyak dzikir, istighfar, sholawat, dan doa (doa perlindungan dan doa khusus sesuai harapan dan keinginan kita, misalkan minta kesembuhan, minta kehancuran untuk syetan, minta dikuatkan qolbunya, dan lain-lain).

6. Lanjutkan dengan membaca ayat-ayat ruqyah, cukup yang dihafalkan saja sambil diulang-ulang (minimal al fatihah, ayat kursi, 3 qul, al kafirun, dan az zalzala).

7. Saat membaca ayat-ayat ruqyah sambil di usap-usap seluruh tubuh, agar airnya masuk ke dalam pori-pori kulit.

8. Jika ada reaksi langsung dieksekusi, bisa dengan usapan, tepukan, pijatan, atau bisa dengan sapu lidi (10-15 batang).

9. Minimal terapinya setengah jam sampai 1 jam cukup.

10. Ketika sudah selesai mandi air hujannya, seduhkan madu hangat 2 sdm dengan air hangat 200 ml ditambah jeruk nipis atau bisa dengan habbatussauda. Sebelum diminum diruqyah dulu airnya. Tunggu hingga 5-10 menit, air madunya akan menyebar ke seluruh tubuh (sambil beristighfar).

11. Jika ada reaksi setelah minum madu tersebut. Cukup usapkan atau tepuk-tepuk tarik keluar di ujung-ujung jari tangan dan kaki. Ulangi hingga hilang reaksi tersebut.

Selamat mencoba teman-teman 😊

Barokallahufiikum..
Semoga bermanfaat 
Sumbet : Ummu Rafiq Ibadurrahman

No comments