Landasan utama dan terpenting dalam berobat dengan Al-Qur’an Al-Karim adalah :
Pertama, Kekuatan iman kepada Allah SWT yang telah menurunkan Al-Qur’an. Kedua, lurusnya keyakinan bahwa Allah SWT yang telah menurunkan penyakit itu pasti mampu menolaknya dan melenyapkannya kapan saja Dia menghendaki, dan untuk itu tidak harus selalu dengan melalui obat tertentu.

Ketiga, keyakinan seorang mukmin terhadap Rosul SAW yang menyampaikan wahyu Al-Qur’an dari Rabb-nya, serta keyakinan terhadap kebenaran apa saja yang beliau sampaikan kepada kita mengenai rahasia Al-Qur’an. Salah satunya adalah rahasia pengobatan  dengan Al-Qur’an. Maksudnya adalah obat secara psikis spiritual. Contohnya adalah apa yang dialami oleh hati manusia berupa rasa cinta dan terpengaruh dengan bacaan Al-Qur’an, baik ketika mendengarnya atau membacanya. Terhadap bacaan Al-Qur’an, manusia terbagi menjadi dua golongan, yaitu:

Pertama, Allah SWT berfirman tentang mereka,

وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ -٧- يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَى عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِراً كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ -٨-

Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa (7), (yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya, namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih(8).(Qs. Al-Jatsiah : 7-8)

Kedua, Allah berfirman tentang mereka,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ -٢-

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah** gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal (Qs. Al-Anfal : 2).

Dengan demikian, orang-orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan tetapi seolah-olah mereka tidak mendengar apapun, maka mereka itu tidak mendapat manfa’at sedikitpun darinya, baik berupa obat, petunjuk, maupun tambahan Iman.

Adapun orang-orang yang mendengar ayat-ayat Allah, lalu hati mereka menjadi khusyu’ ketika mendengarnya karena iman kepada Allah dan takut kepada-Nya, itulah orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Al-Qur’an. Allah menyayangi dan menyembuhkan mereka, memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, dan pahala yang baik dikarenakan kecintaan mereka kepada Allah, Rasul-Nya, serta Al-Qur’an Al-Karim sebagai penutup seluruh kitab samawi yang mencvakup semua kebutuhan manusia bagi dunia dan akhiratnya.

Ini adalah golongan manusia yang bertawakal kepada Rabb mereka, dan meyakini secara penuh bahwa Allah SWT akan menyembuhkan dari penyakit yang menimpa mereka, sebagaimana firman-Nya, 

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ -٨٠

Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang Menyembuhkan aku (Qs. Asy-Syu’ara : 80)
Bagaimanapun, yang seharusnya diyakini adalah bahwa Sang Penyembuh yang hakiki hanyalah Allah SWT, Oleh karenanya, kita harus mengetahui, bahwa terapis bukanlah penyembuh. Dia hanyalah seorang terapis saja. Seorang terapis hanya menggunakan sarana terapi untuk menghantarkan kesembuhan pasien. Dia mungkin saja benar tetapi mungkin pula salah.

Adapun kesembuhan, maka itu hanya berasal dari Allah, sehingga tidak mungkin salah-Maha Suci Allah dari apa yang disifatkan. Dia tidak seperti sesuatu pun yang ada disunia ini, Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yang dituntut adalah; Iman yang kuat, keyakinan yang mutlak, serta menempuh sarana dan media untuk kesembuhan penyakitnya, misalnya dengan mencari metode terapi dan pengobatan yang diperlukan dan benar caranya menurut Kitabullah dan Sunnah Rosulullah SAW.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dia berkata : “Ketika kami sedang bepergian, lalu kami beristirahat, tiba-tiba datang seorang perempuan dan berkata,’Sesungguhnya kepala kampung kami sakit, sementara orang-orang kami sedang tiada, apakah diantara kalian yang mampu meruqyah?’Maka berdirilah seorang laki-laki yang kami sendiri tidak tahu bahwa dia bisa meruqyah dan pergi bersama perempuan itu, lantas dia meruqyah  kepala kampung dengan surat Al-Fatihah. Lalu kepala kampung itu sembuh. Kemudian kepala kampung memerintahkan agar laki-laki itu diberi tiga puluh ekor kambing dan kamipun diberinya minuman susu. Setelah pulang, kami bertanya padanya,’Apakah kamu memang seorang yang pandai meruqyah?’Dia menjawab,’Tidak, dan aku tidak meruqyahnya kecuali dengan Ummul Kitab.’Kami katakana,’Janganlah kalian berbuat apa-apa, hingga kita sampai kepada Nabi SAW, dan bertanya pada beliau.’Ketika kami sampai di Madinah, kami menceritakan hal itu kepada Nabi Muhammad SAW, maka beliau bersabda,’Bagaimana dia tahu bahwa AL-fatihah itu adalah ruqyah?’ (Hr. Al-Bukhari).

Dari Ubay bin Ka’ab dia berkata, “Aku sedang bersama Nabi SAW, tiba-tiba seorang Arab dusun datang dan berkata, ‘Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku mempunyai saudara yang sedang sakit.’ 
Nabi bertanya : Apa sakitnya?’ 

Dia menjawab : Dia gila (terkena gangguan jin).
Rosulullah SAW bersabda : Bawalah dia kesini.

Akhirnya orang itu dibawa kehadapan Rosulullah SAW. Rosoulullah SAW memohon perlindungan dengan membaca :

1.    Surat Al-Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ -١- الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ -٢- الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ -٣- مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ -٤- إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ -٥- اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ -٦- صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ -٧-
(1). dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
(2). segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 
(3). Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
(4). yang menguasai di hari Pembalasan. 
(5). hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. 
(6). Tunjukilah Kami jalan yang lurus, 
(7). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

2.    Surat Al-Baqarah 1-4
الم -١- ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ -٢- الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ -٣- والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ -٤-
(1). Alif laam miin. 
(2). Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, 
(3). (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. 
(4). dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

3.    Surat Al-Baqarah 163-164

وَإِلَـهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ -١٦٣- إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ -١٦٤-

163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

4.    Surat Al-Baqarah 255

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ -٢٥٥-
255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

5.    Al-Baqarah 284-286

لِّلَّهِ ما فِي السَّمَاواتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِن تُبْدُواْ مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللّهُ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -٢٨٤- آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ -٢٨٥- لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ -٢٨٦-

284. kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

6.    Surat Ali-Imran 18
شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ -١٨-

18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

7.    Surat Al-A’raf 54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ -٥٤-

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.

8.    Al-Mu’minin 116-118

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ -١١٥- فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ -١١٦- وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ -١١٧- وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ -١١٨-

115. Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?

116. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.

117. dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

118. dan Katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik."

9.    Ash-Shaffat 1-10

فَالتَّالِيَاتِ ذِكْراً -٣- إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ -٤- رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ -٥- إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ -٦- وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ -٧- لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ -٨- دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ -٩- إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ -١٠-

1. demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya[1272]],
2. dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),
3. dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.
5. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, Yaitu bintang-bintang,
7. dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari Setiap syaitan yang sangat durhaka,
8. syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) Para Malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
9. untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
10. akan tetapi Barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); Maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

10.  Surat Al-Hasyr 21-24

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُّتَصَدِّعاً مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ -٢١- هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ -٢٢- هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ -٢٣- هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ -٢٤-

21. kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

11.  Surat Al-Jin 3
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَداً -٣-

3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan Kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

12.  Surat Al-Ikhlash 1-4

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ -١- اللَّهُ الصَّمَدُ -٢- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ -٣- وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ -٤-

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

13.  Surat Al-Falaq 1-5

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ -١- مِن شَرِّ مَا خَلَقَ -٢- وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ -٣- وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ -٤- وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ -٥-
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."

[1609] Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.

14.  An-Naas 1-5

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ -١- مَلِكِ النَّاسِ -٢- إِلَهِ النَّاسِ -٣- مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ -٤- الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥- مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ -٦-

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.

Orang itu kemudian berdiri dan sembuh, seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya”.
At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan hadits S’ad bin Abi Waqqash RA bahwa Rosulullah SAW bersabda :
دَعْوَةُ ذِيْ النُّوْنِ إِذْ دَعَا وَهُوَفِي بَطْنِ الْحُوْتِ لَا إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَحَبَ اللَّهُ لَهُ.
“Do’a Dzun Nun (Yunus AS) ketika dia berdo’a dan berada didalam perut ikan adalah, “Tiada sesembuhan kecuali engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim, “Sesungguhnya tiada seorang muslim pun yang mengucapkan do’a seperti itu kecuali Allah pasti memperkenankannya”.
Saudaraku, ketahuilah bahwa obat itu ada yang umum dan ada pula yang khusus. Obat umum adalah Al-Qur’an, karena secara keseluruhan Al-Qur’an merupakan penyembuh. Berdasarkan firman Allah Ta’ala :


يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ -٥٧-

"Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman".(Qs. Yunus : 57)
Adapun obat yang khusus yaitu sebagian Al-Qur’an menjadi obat khusus bagi orang-orang yang beriman saja, berdasarkan firman Allah Ta’ala :


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً -٨٢-

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian".(Qs. Al-Isra' : 82)


Ketahui pula bahwa obat itu juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Obat Psikis, yakni obat yang berkaitan dengan kekuatan iman dan kekuatan keyakinan kepada Allah SWT. Dalam pengobatan ini intinya adalah berobat dengan Al-Qur’anul Karim.

2. Obat Fisik, yakni yang terwujud pada berbagai barang atau benda yang diterangkan dalam Al-Qur’anul Karim, baik itu berupa tumbuhan yang tumbuh liar maupun tumbuhan yang dibudidayakan berupa buah-buahan, herbal, dan tumbuhan yang bermanfa’at bagi manusia yang ditunjukkan oleh Allah Ta’ala.

Allah menciptakan manusia dan menundukkan segala sesuatu untuknya agar menjadi orang ikhlas dalam beribadah kepada pemeliharanya dan tidak mengabdi kepada siapapun selain-Nya. Terapis harus mengenal dengan baik dua macam ini sekaligus, yakni obat Al-Qur’an dan obat dengan herbal, sehingga dia berhasil mengantarkan pasien menuju jalan keselamatan dan keterbebasan dari derita penyakit yang dia keluhkan selama ini.

Baarokallaahu Fiikum...

BEROBAT DENGAN AL-QUR’AN




Landasan utama dan terpenting dalam berobat dengan Al-Qur’an Al-Karim adalah :
Pertama, Kekuatan iman kepada Allah SWT yang telah menurunkan Al-Qur’an. Kedua, lurusnya keyakinan bahwa Allah SWT yang telah menurunkan penyakit itu pasti mampu menolaknya dan melenyapkannya kapan saja Dia menghendaki, dan untuk itu tidak harus selalu dengan melalui obat tertentu.

Ketiga, keyakinan seorang mukmin terhadap Rosul SAW yang menyampaikan wahyu Al-Qur’an dari Rabb-nya, serta keyakinan terhadap kebenaran apa saja yang beliau sampaikan kepada kita mengenai rahasia Al-Qur’an. Salah satunya adalah rahasia pengobatan  dengan Al-Qur’an. Maksudnya adalah obat secara psikis spiritual. Contohnya adalah apa yang dialami oleh hati manusia berupa rasa cinta dan terpengaruh dengan bacaan Al-Qur’an, baik ketika mendengarnya atau membacanya. Terhadap bacaan Al-Qur’an, manusia terbagi menjadi dua golongan, yaitu:

Pertama, Allah SWT berfirman tentang mereka,

وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ -٧- يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَى عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِراً كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ -٨-

Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa (7), (yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya, namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih(8).(Qs. Al-Jatsiah : 7-8)

Kedua, Allah berfirman tentang mereka,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ -٢-

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah** gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal (Qs. Al-Anfal : 2).

Dengan demikian, orang-orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan tetapi seolah-olah mereka tidak mendengar apapun, maka mereka itu tidak mendapat manfa’at sedikitpun darinya, baik berupa obat, petunjuk, maupun tambahan Iman.

Adapun orang-orang yang mendengar ayat-ayat Allah, lalu hati mereka menjadi khusyu’ ketika mendengarnya karena iman kepada Allah dan takut kepada-Nya, itulah orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Al-Qur’an. Allah menyayangi dan menyembuhkan mereka, memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, dan pahala yang baik dikarenakan kecintaan mereka kepada Allah, Rasul-Nya, serta Al-Qur’an Al-Karim sebagai penutup seluruh kitab samawi yang mencvakup semua kebutuhan manusia bagi dunia dan akhiratnya.

Ini adalah golongan manusia yang bertawakal kepada Rabb mereka, dan meyakini secara penuh bahwa Allah SWT akan menyembuhkan dari penyakit yang menimpa mereka, sebagaimana firman-Nya, 

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ -٨٠

Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang Menyembuhkan aku (Qs. Asy-Syu’ara : 80)
Bagaimanapun, yang seharusnya diyakini adalah bahwa Sang Penyembuh yang hakiki hanyalah Allah SWT, Oleh karenanya, kita harus mengetahui, bahwa terapis bukanlah penyembuh. Dia hanyalah seorang terapis saja. Seorang terapis hanya menggunakan sarana terapi untuk menghantarkan kesembuhan pasien. Dia mungkin saja benar tetapi mungkin pula salah.

Adapun kesembuhan, maka itu hanya berasal dari Allah, sehingga tidak mungkin salah-Maha Suci Allah dari apa yang disifatkan. Dia tidak seperti sesuatu pun yang ada disunia ini, Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yang dituntut adalah; Iman yang kuat, keyakinan yang mutlak, serta menempuh sarana dan media untuk kesembuhan penyakitnya, misalnya dengan mencari metode terapi dan pengobatan yang diperlukan dan benar caranya menurut Kitabullah dan Sunnah Rosulullah SAW.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dia berkata : “Ketika kami sedang bepergian, lalu kami beristirahat, tiba-tiba datang seorang perempuan dan berkata,’Sesungguhnya kepala kampung kami sakit, sementara orang-orang kami sedang tiada, apakah diantara kalian yang mampu meruqyah?’Maka berdirilah seorang laki-laki yang kami sendiri tidak tahu bahwa dia bisa meruqyah dan pergi bersama perempuan itu, lantas dia meruqyah  kepala kampung dengan surat Al-Fatihah. Lalu kepala kampung itu sembuh. Kemudian kepala kampung memerintahkan agar laki-laki itu diberi tiga puluh ekor kambing dan kamipun diberinya minuman susu. Setelah pulang, kami bertanya padanya,’Apakah kamu memang seorang yang pandai meruqyah?’Dia menjawab,’Tidak, dan aku tidak meruqyahnya kecuali dengan Ummul Kitab.’Kami katakana,’Janganlah kalian berbuat apa-apa, hingga kita sampai kepada Nabi SAW, dan bertanya pada beliau.’Ketika kami sampai di Madinah, kami menceritakan hal itu kepada Nabi Muhammad SAW, maka beliau bersabda,’Bagaimana dia tahu bahwa AL-fatihah itu adalah ruqyah?’ (Hr. Al-Bukhari).

Dari Ubay bin Ka’ab dia berkata, “Aku sedang bersama Nabi SAW, tiba-tiba seorang Arab dusun datang dan berkata, ‘Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku mempunyai saudara yang sedang sakit.’ 
Nabi bertanya : Apa sakitnya?’ 

Dia menjawab : Dia gila (terkena gangguan jin).
Rosulullah SAW bersabda : Bawalah dia kesini.

Akhirnya orang itu dibawa kehadapan Rosulullah SAW. Rosoulullah SAW memohon perlindungan dengan membaca :

1.    Surat Al-Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ -١- الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ -٢- الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ -٣- مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ -٤- إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ -٥- اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ -٦- صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ -٧-
(1). dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
(2). segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 
(3). Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
(4). yang menguasai di hari Pembalasan. 
(5). hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. 
(6). Tunjukilah Kami jalan yang lurus, 
(7). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

2.    Surat Al-Baqarah 1-4
الم -١- ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ -٢- الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ -٣- والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ -٤-
(1). Alif laam miin. 
(2). Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, 
(3). (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. 
(4). dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

3.    Surat Al-Baqarah 163-164

وَإِلَـهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ -١٦٣- إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ -١٦٤-

163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

4.    Surat Al-Baqarah 255

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ -٢٥٥-
255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

5.    Al-Baqarah 284-286

لِّلَّهِ ما فِي السَّمَاواتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِن تُبْدُواْ مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللّهُ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -٢٨٤- آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ -٢٨٥- لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ -٢٨٦-

284. kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

6.    Surat Ali-Imran 18
شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ -١٨-

18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

7.    Surat Al-A’raf 54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ -٥٤-

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.

8.    Al-Mu’minin 116-118

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ -١١٥- فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ -١١٦- وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ -١١٧- وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ -١١٨-

115. Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?

116. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.

117. dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

118. dan Katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik."

9.    Ash-Shaffat 1-10

فَالتَّالِيَاتِ ذِكْراً -٣- إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ -٤- رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ -٥- إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ -٦- وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ -٧- لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ -٨- دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ -٩- إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ -١٠-

1. demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya[1272]],
2. dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),
3. dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.
5. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, Yaitu bintang-bintang,
7. dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari Setiap syaitan yang sangat durhaka,
8. syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) Para Malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
9. untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
10. akan tetapi Barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); Maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.

10.  Surat Al-Hasyr 21-24

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُّتَصَدِّعاً مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ -٢١- هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ -٢٢- هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ -٢٣- هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ -٢٤-

21. kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

11.  Surat Al-Jin 3
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَداً -٣-

3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan Kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

12.  Surat Al-Ikhlash 1-4

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ -١- اللَّهُ الصَّمَدُ -٢- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ -٣- وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ -٤-

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

13.  Surat Al-Falaq 1-5

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ -١- مِن شَرِّ مَا خَلَقَ -٢- وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ -٣- وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ -٤- وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ -٥-
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."

[1609] Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.

14.  An-Naas 1-5

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ -١- مَلِكِ النَّاسِ -٢- إِلَهِ النَّاسِ -٣- مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ -٤- الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ -٥- مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ -٦-

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.

Orang itu kemudian berdiri dan sembuh, seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya”.
At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan hadits S’ad bin Abi Waqqash RA bahwa Rosulullah SAW bersabda :
دَعْوَةُ ذِيْ النُّوْنِ إِذْ دَعَا وَهُوَفِي بَطْنِ الْحُوْتِ لَا إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَحَبَ اللَّهُ لَهُ.
“Do’a Dzun Nun (Yunus AS) ketika dia berdo’a dan berada didalam perut ikan adalah, “Tiada sesembuhan kecuali engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim, “Sesungguhnya tiada seorang muslim pun yang mengucapkan do’a seperti itu kecuali Allah pasti memperkenankannya”.
Saudaraku, ketahuilah bahwa obat itu ada yang umum dan ada pula yang khusus. Obat umum adalah Al-Qur’an, karena secara keseluruhan Al-Qur’an merupakan penyembuh. Berdasarkan firman Allah Ta’ala :


يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ -٥٧-

"Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman".(Qs. Yunus : 57)
Adapun obat yang khusus yaitu sebagian Al-Qur’an menjadi obat khusus bagi orang-orang yang beriman saja, berdasarkan firman Allah Ta’ala :


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً -٨٢-

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian".(Qs. Al-Isra' : 82)


Ketahui pula bahwa obat itu juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Obat Psikis, yakni obat yang berkaitan dengan kekuatan iman dan kekuatan keyakinan kepada Allah SWT. Dalam pengobatan ini intinya adalah berobat dengan Al-Qur’anul Karim.

2. Obat Fisik, yakni yang terwujud pada berbagai barang atau benda yang diterangkan dalam Al-Qur’anul Karim, baik itu berupa tumbuhan yang tumbuh liar maupun tumbuhan yang dibudidayakan berupa buah-buahan, herbal, dan tumbuhan yang bermanfa’at bagi manusia yang ditunjukkan oleh Allah Ta’ala.

Allah menciptakan manusia dan menundukkan segala sesuatu untuknya agar menjadi orang ikhlas dalam beribadah kepada pemeliharanya dan tidak mengabdi kepada siapapun selain-Nya. Terapis harus mengenal dengan baik dua macam ini sekaligus, yakni obat Al-Qur’an dan obat dengan herbal, sehingga dia berhasil mengantarkan pasien menuju jalan keselamatan dan keterbebasan dari derita penyakit yang dia keluhkan selama ini.

Baarokallaahu Fiikum...

No comments