Tidak diragukan lagi bahwa keikhlasan peruqyah akan bermanfaat bagi pasien yang diruqyahnya, dengannya Allah Subhaanahu wata’ala akan menjadikannya bermanfaat bagi manusia. Jadi dengan keikhlasan seorang peruqyah itu bias dibandingkan, karena itu menjadi tolak ukur yang hakiki terhadap kekuatan Ruqyah itu sendiri. Peruqyah yang ikhlas, ketika meruqyah pasien, segala perhatiannya pada saat menyembuhkan pasiennya terkumpul antara penghadapannya kepada Allah, ketundukannya, dan mengharap pahala, juga menjadikan pusat perhatiannya pada firman Allah Ta’alaa, yaitu :

 فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ 

“...Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seseorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya....”
(Qs. Al-Maidah : 32).

Dan juga perhatiannya terhadap beberapa hadits Nabi Shalallaahu ‘alayhi Wasallam, yaitu :
عن أبى هريرة قال قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم من نّفس عن مؤمنٍ كربةً من كرب الدّنيا نفّس الله عنه كربةً من كرب يوم القيامة ومن يسّر على معسرٍ يسّر الله عليه فى الدّنيا والآخرة.

“Dari Abu Hurairah dia berkata : Rosulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam telah bersabda : ‘Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari satu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari qiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan didunia dan akhirat.”
(Hr. Muslim No. 4867)

عن جابر رضي الله عنهما قال : قال رسولالله صلى الله عليه وسلّم : خير النّاس أنفعهم للنّاس

“Jabir Rodhiallaahu ‘anhuma bercerita bahwa Rosulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfa’at bagi manusia.”
(Hr. Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruquthni, Hadits ini dihasankan oleh syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3289).

سمعت عمر بن الخطّاب رضي الله عنه على المنبر قال سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول إنّما الأعمال بالنّيات وإنّما لكلّ امرئٍ ما نوى فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها أوإلى امرأةٍ ينكحها فهجرته إلى ماهاجرإليه.

“Saya pernah mendengar Umar bin Al Khattab radhiyallaahu ‘anhu diatas mimbar berkata : saya mendengar Rosulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda : Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang dia niatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang dia niatkan.”
(Hr. Bukhari, Muslim, dan Empat imam ahli hadits).

Keikhlasan merupakan salah satu rukun yang menentukan berhasilnya ruqyah. Seorang peruqyah dan pada akhirnya akan bermanfaat bagi pasiennya atau dengan kata lain pasien itu bias sembuh dengan ijin Allah.

Keikhlasan itu akan kita dapatkan bila kita fahami dan hayati firman Allah diatas juga beberapa hadits Nabi diatas.
Demikian semoga bermanfa’at.

IKHLAS DASAR SEGALA PERBUATAN

Acara Santunan Anak Yatim 

Yatim merupakan bahasa Arab yang berasal dari kata fi’il. Dalam istilah para ahli fikih bersependapat dengan ulama bahasa Arab yakni yatim berarti seseorang yang wafat ayahnya dan belum baligh. Dalam ilmu fukih, anak yatim yang sudah baliqh maka wajib untuk walinya menyerahkan harta padanya sesudah diuji. Allah SWT berfirman, “Dan ujilah anak-anak yatim sampai mereka mencapai usia nikah. 

Apabila kalian menemukan kecerdasannya maka serahkanlah harta-harta itu kepada mereka. “Dan janganlah kalian memakannya dengan berlebih-lebihan dan jangan pula kalian tergesa-gesa menyerahkannya sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (dari kalangan wali anak yatim itu) berkecukupan, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim) dan barangsiapa yang miskin maka dia boleh memakan dengan cara yang baik. Apabila kalian menyerahkan harta-harta mereka, maka hadirkanlah saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.” 
(QS. An-Nisa: 6) 

Ada beberapa keutamaan besar yang bisa didapat saat menyantuni anak yatim dan sudah dijelaskan secara lengkap lewat hadits dari Rasulullah SAW seperti yang akan kami ulas berikut ini. 

1. Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” 
(HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304) 
Seorang muslim yang ingin bersama dengan Rasulullah SAW di surga, maka disarankan untuk menyantuni anak yatim sebab Rasulullah SAW sudah memberikan janji surga untuk mereka dan jaraknya seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Ibnu Hajar Al Asqalanty Rahimahulla berkata, “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.” 

2. Melunakkan Hati Keras Manusia 
Seseorang yang menanggung anak yatim dan juga mengasihi anak yatim, maka akan dilembutkan hatinya oleh Allah sWT dan dicukupi kebutuhan setiap harinya. Sebab seseorang yang mengasihi anak yatim maka akan menjadi figur orangtua untuk anak yatim tersebut. 

Kasih sayang yang dicurahkan pada anak yatim akan melembutkan hati sebab kekerasan hati manusia hanya berasal dari akhlak yang buruk seperti kikir, dusta, dengki dan sebagainya. “Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” 
(HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80) 

3. Terpenuhi Kebutuhan Hidup 
Jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk menyantuni anak yatim sebab tidak hanya berguna sebagai jaminan surga di akhirat, namun Allah SWT juga sudah menjanjikan akan memenuhi kebutuhan hidup bagi seseorang yang menyantuni anak yatim. Apabila menyantuni anak yatim dilakukan, maka akan seperti berinfak di jalan Allah dan Allah SWT juga akan melipatgandakan harta bagi hamba yang menyantuni anak yatim tersebut. “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” 
(HR. Al-Baniy, Shahih At Targhib, Malik Ibnu Harits: 1895) 
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” 
(An-Nisa: 10) 

4. Mempertebal Iman dan Taqwa 
Berbuat baik dengan menyantuni anak yatim akan mempunyai iman dan taqwa yang semakin kuat dan orang beriman ini akan selalu mematuhi perintah yang diberikan Allah SWT sehingga selalu berbuat baik seperti firman Allah SWT, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnaya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan sebagian hartanya, baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” 
(Q.S. Ali-Imron : 133-134 ) 

5. Memperoleh Perlindungan di Hari Kiamat 
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah SWT tidak akan mengadzab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tutur katanya. “Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya. ” 
(H. R. Thabrani) 
Melakukan salah satu akhlaq baik yakni menyantuni anak yatim juga akan memperoleh jaminan perlindungan di saat hari kiamat kelak yang akan datang sebab Allah sangat mencintai hamba-Nya yang tidak sombong dan selalu bersikap baik pada anak yatim selama hidupnya di dunia. 

6. Mendapat Pahala Setara Dengan 
Jihad Seseorang yang menyantuni anak yatim, maka akan memperoleh pahala yang setara dengan melakukan jihad di peperangan dalam membela agama Islam. Pahala yang sangat besar ini bisa dengan mudah kita peroleh dengan menyantuni sekaligus menyayangi anak yatim setulus tulusnya. 
Barangsiapa mengurus tiga anak yatim maka ia ibarat orang yang melakukan qiyamul lail pada malam harinya, berpuasa pada siang harinya, berangkat pagi dan sore hari dengan pedang terhunus di jalan Allah, aku dan dia berada di surga seperti dua saudara sebagaimana dua ini yang bersaudara.” Dan beliau menempelkan dua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” 
(HR. Ibnu Majah No. 3670) 

7. Membawa Berkah ke Dalam Rumah 
Dengan menyantuni dan memelihara anak yatim, maka akan banyak kelimpahan berkah yang ada pada rumah tersebut tidak peduli seberapa bagus atau jelek rumah tersebut. 
Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” 
(HR. Ibnu Majah No. 3669) 

8. Perbaikan Urusan Akhirat dan Dunia 
Apabila seseorang selalu mengasihi sesama yang berada di muka bumi, maka niscaya juga akan dicintai oleh Allah SWT sehingga urusan di akhirat dan juga di dunia akan diperbaiki seperti yang telah dijanjikan oleh Allah SWT pada hamba-Nya yang selalu patuh pada perintah dan mengasihi sesama mereka. “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rohman (Yang Maha Pengasih) Tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit.”
[HR. Abu dawud, Tirmidzi dan lain-lain. As silsilatu shohihah : 925]. 

9. Menyucikan Jiwa 
Jiwa manusia tidak jarang terkotori dengan perbuatan yang dilakukan selama hidup di bumi. Salah satu penyebabnya adalah karena memiliki sifat yang terlalu berlebihan dalam mencintai dunia sehingga akhirnya menimbulkan sifat kikir dan tidak mau melakukan sedekah pada sebagian harta yang dimilikinya. Sikap tersebut tidak disukai Allah SWT dan bahkan Allah SWT sangat membenci orang yang mengumpulkan harta sebanyak mungkin sementara tidak ada keinginan untuk mengamalkan harta yang dimilikinya tersebut sehingga nantinya akan menjadi orang yang celaka. Allah SWT berfirman, “Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya” 
(Q.S. Al-Humazah : 1-2) 
Dalam ayat tersebut terlihat jika Allah SWT mengancam orang yang mencintai harta yang dimilikinya, sehingga sangat baik untuk mulai menyantuni anak yatim supaya bisa menyucikan diri lebih baik lagi. 

10. Sumber Cinta Allah dan Sesama 
Sebagai makhluk Allah yang beriman dan bertaqwa, sudah seharusnya kita memiliki rasa cinta dan juga kasih sayang jika mengharapkan Allah SWT juga akan mencintai diri kita. Orang yang berbuat baik pada sesama seperti menyantuni anak yatim, maka juga akan memperoleh kasih sayang dan cinta berlimpah dari Allah SWT. Allah SWT berfirman, “jika kamu benar-benar mencinta Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” 
(Q.S Ali-Imron : 31) 
Tidak hanya sekedar mendapat cinta dan kasih sayang dari ALLAH SWT, namun menyantuni anak yatim juga akan membuahkan rasa cinta dan kasih sayang yang akan dicurahkan sesama umat muslim lainnya. 

11. Menanamkan Sikap Istiqamah 
Amalan yang dicintai Allah adalah amalan yang meskipun sedikit namun dilakukan secara teratur. Menyantuni atau mengasuh anak yatim adalah sarana untuk menanamkan sifat istiqamah pada diri sendiri dan juga keluarga yang menjadi sifat penting dalam beriman pada Allah SWT. 

12. Menumbuhkan Sifat Murah Hati 
Rasulullah SAW bersabda, “Lima hal termasuk sunah para rasul, pemalu, murah hati, berbekam (hijamah), dan memakai wangi-wangian.” (HR Tirmidzi). 
Murah hati menjadi tiang akal sehingga orang yang memberikan kasih sayang juga akan dikasihi. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” 
(HR Bukhari dan Muslim). 

13. Menunaikan Hak Sesama Muslim 
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orangtua dan tidak menyayangi anak kecil.” 
(HR Bukhari dan Abu Dawud dengan sanad hasan). 

14. Menunaikan Hak Kerabat dan Keluarga 
Menyantuni dan mengasuh anak yatim juga mengartikan kita sudah menunaikan hak kerabat kita. Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah yang Maharahman dan ini adalah rahim (sanak keluarga). Aku ambilkan nama rahim ini dari nama-Ku (yaitu Rahman dan Rahim). 
Barangsiapa yang menyambungnya (silaturahim), aku pasti menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskannya maka aku akan menghancurkannya.”
(HR Bukhari dan Muslim). 

15. Menjauhkan Dari Sikap Kikir 
Kikir menjadi sebuah penyakit manusia. Apabila kita menyantuni anak yatim atau bersedekah pada anak yatim meskipun dilakukan dengan harta yang sedikit, maka sifat kikir ini akan menghalangi sehingga membatalkan niat kita. Allah SWT berfirman, “Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.” (QS Al-Lail [92]: 18). 
Menyantuni anak yatim pada dasarnya adalah sebuah akhlaq yang sangat mulia di mata Allah SWT dan juga sesama manusia. Dengan melaksanakan akhlaq baik ini, maka kita akan menjadi manusia yang jauh lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan agar bisa tetap beribadah pada-Nya dan selalu berada dalam bimbingan yang lurus untuk membawa kita pada kebahagiaan selama hidup di dunia dan kelak di akhirat. 

Dari berbagai Sumber 
________________________________________________________
Sedekah Jum'at Nasi Kotak
Rek. Bank Muamalat An. Ade Abdul Jalal, No. Rek. 1620001841 Kode Bank 147 

KODE PROGRAM 

1. Sedekah Jum'at Nasi Kotak 001 
2. Santunan Anak Yatim 002 
3. Wakaf Majlis Qur'an 003. 
4. Fii Sabilillaah 004 
Misal transfer sejumlah 500.001, untuk Wakaf/Infaq Rp. 500.000- peruntukan Sedekah Jum'at Nasi Kotak. Dst. 
Baarokallahu fii ahlikum wa malikum wa a’malikum.
Semoga Allah berkahi Harta, Amal, Keluarga dan Usianya dengan Infaq ini. 
Aamiin..
_____________________________________ 
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim (Qs.Al-Fajr : 17). 
Bantu donasi dengan klik :
https://kitabisa.com/majlisquranyatim

15 Keutamaan Menyantuni Anak Yatim yang Istimewa.




.اَللَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَدِهِ الرِّيْحِ، وَخَيْرِمَافِيْهَا، وَخَيْرِمَاأَمَرْتَ بِهِ، وَنَعُوْذّبٍكَ مِنْ شَرِّهَذِهِ الرِّيْحِ، وَشَرِّمَافِيْهَا، وَشَرِّمَااَمَرْتَ بِهِ


Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang telah Engkau perintahkan. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, Kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang telah Engkau perintahkan. 
(Hr. Tirmidzi)

Pada dasarnya angin atau udara adalah sesuatu yang berharga bagi manusia. Tanpa adanya angin atau udara, tidak hanya manusia, seluruh makhluk yang ada di muka bumi bisa musnah. Secara redaksional, do'a tersebut memuat tentang permohonan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tentang kebaikan dan manfaat angin. Kebaikan yang dimaksud dalam doa ini tidak lain adalah kebaikan yang bisa bermanfaat bagi kehidupan.

Kita tahu angin puting beliung hanya akan terjadi jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkannya. Karena itu dalam doa tersebut, saat terjadi angin kencang kita dianjurkan untuk memohon perlindungan marabahaya yang dihasilkannya. Siapa yang bisa mengendalikan Angin, tidak lain adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Lagi-lagi Manusia adalah makhluk lemah yang tidak memiliki daya upaya apa pun di hadapan kehendak-Nya. Oleh karena itu, melalui doa tersebut, kita memohon perlindungan dari kejahatan yang dihasilkan angin. Ketahuilah virus, bakteri, angin, langit, gunung, dan seluruh yang ada di jagat raya hanya tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka tidak ada tempat meminta perlindungan selain hanya kepada-Nya.

Berikut adalah do'a yang lain

اَللّهُمَّ لَقْحًا، لَاعَقِيْمًا.

Ya Allah, jadikan angin itu sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya penyerbukan, dan janganlah jadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna.
(Hr. Ibnu Sunni)

Bila dibandingkan dengan do'a yang sebelumnya, do'a ini jauh lebih singkat secara redaksional. Do'a ini juga sama-sama dinukilkan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu sunni secara tekstual, do'a ini memuat tentang permohonan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar angin kencang yang datang bisa mendatangkan manfaat. Dijelaakan dengan redaksi do'a Yaa Allah jadikan angin ini sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya penyerbukan.

Yang dimaksud dengan penyebab terjadinya penyerbukan tidak lain adalah membawa kemanfaatan. Sekalipun secara redaksional disebutkan tentang penyerbukan, yakni proses pembuahan dalam tanaman. Dalam teori pembuahan tanaman, proses reproduksi tanaman terjadi ketika adanya proses penyerbukan, yaitu putik bunga bertemu dengan kelopak bunga, melalui perantara jasa angin.

Kesimpulannya, angin tersebut membawa kemanfaatan yang baik bagi kehidupan bukan sebaliknya. Kemudian dipertegas dengan bunyi doa Janganlah engkau jadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna. Artinya semoga angin yang berhembus tersebut tidak membawa kemadharatan, yaitu keburukan seperti angin topan dan lain sebagainya yang bisa merugikan kehidupan.

Kemudian, baca pula do'a berikut :

اَللهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَااَرْسَلْتَ فِيْهَا.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah Engkau kirimkan.
(Hr. Ibnu Sunni)

Setelah lebih spesifik, do'a tersebut memiliki konten permohonan kepada Allah Subhanahu ta'ala mengenai sebuah perlindungan. Perlindungan yang dimaksud adalah penjagaan diri dari berbagai kejahatan. Baik yang sifatnya dari alam maupun dari makhluk lain. Hal ini disebabkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala satu-satunya tempat berlindung paling aman bagi kita.

Berdasarkan redaksionalnya, do'a tersebut tak ada yang menyebutkan tentang angin ataupun udara. Bahkan, bisa dikatakan bahwa bacaan do'a cenderung bersifat universal. Namun, justru itulah yang membuat doa ini menjadi istimewa. Do'a ini niscaya akan selalu relevan digunakan di segala situasi dan kondisi. Beda halnya dengan doa-doa sebelumnya cenderung lebih spesifik dengan menyebutkan jenis hajat yang dipanjatkan.

Meskipun demikian, do'a tersebut juga sama-sama langsung diambilkan dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu sunni. Bedanya do'a ini jauh lebih fleksibel mengikuti niat puasa hajat yang diinginkan. Jika hajatnya ingin terhindar dari marabahaya yang dihasilkan oleh angin kencang, maka do'a ini menjadi sangat relevan dengan hajat yang diinginkan. Begitu pula jika dilakukan untuk membentengi diri dari serangan musuh.

Barakallahu fiikum

DOA KETIKA ANGIN BERTIUP KENCANG

BUHUL SIHIR
Mengobati SIhir
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد

1.   Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.
2.   Dari kejahatan makhluk-Nya,
3.   Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
4.   Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul .
5.   Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki. 

Bismillah....  
Ikhwah sekalian yang dirahmati Allah. 
Sebetulnya Insyaa Allah mau ada yang like atau pun tidaksaya memang berniat untuk share tentang masalah buhul sihir ini. Makanya saya bilang pada status sebelumnya JIKA ADA YANG LIKE 10 & KOMEN 10 Insyaa Allah saya akan share, Karena saya tidak mau memberatkan karena share hal-hal yang bermanfaat pada hakikatnya untuk kebaikan saya juga. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dihati sungguh ana uhibukum fillah In syaa Allah. 
Oke kita lanjut ke topik utama (Pembahasan ini akan panjang) jadi mohon bersabar dalam membacanya yaa.. 
Pada ayat ke 4 ;


وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ


Difahami bahwa para tukang sihir wanita (lazimnya memang pada zaman jahiliyah tukang sihir itu adalah wanita, makanya kalau kita melihat ikon penyihir di bangsa barat itu lebih identik ke seorang nenek penyihir) melakukan sihir apabila membacakan mantera-mantera lalu menghembuskannya pada buhul (sebuah tali/ikatan). 
Buhul sihir/tali-tali sihir atau ikatan yang dimanterai akan mengandung suatu kekuatan jahat dan kekuatan jahat itu bisa memalingkan fitrah manusia. Baik dari hal-hal postif berubah menjadi negatif ataupun hal-hal yang tadinya negatif berpaling kepada yang katanya "POSITIF " (Padahal pada hakikatnya sihir itu tetap sesuatu yang negatif dan akan menghasilkan negatif pula).

Secara umum buhul sihir dibagi menjadi 2 :
1. Buhul Tanpa Media : 
Buhul jenis ini adalah buhul yang tidak harus menggunakan media-media dzohir yang lazim digunakan oleh para rukang sihir, buhul jenis ini sifatnya lebih mengarah kepada gelombang negatif yang sangat halus (tidak terlihat sama sekali) akan tetapi berefek terhadap orang yang dituju. Yang disebabkan oleh mantera-mantera yang dibacakan oleh para tukang sihir yang secara otomatis sesuai dengan kontrak kerja, bangsa jin yang diajak bermuamalah dengan mereka akan membantu mengkoneksikan perintah tersebut terhadap target sihir yang akan menjadi korbannya. Efek dari sihir yang menggunakan buhul tanpa media ini adalah MEMPENGARUHI FIKIRAN (OTAK) korbannya. 

KARAKTERISTIK BUHUL TANPA MEDIA 
§ Buhul jenis ini lebih identik mempengaruhi panca indera pada manusia : 
a.  Indera penglihatan (Seperti yang diceritakan Allah Subhanahu wata'ala dalam Al-Qur'an tentang kisah Nabi Musa 'Alaihi Salam ketika melawan para tukang sihir fir'aun, ketika para tukang sihir melempar tali seolah-olah tali tersebut berubah menjadi ular,  masyarakat pada saat itu melihat fenomena tersebut tidak terkecuali Nabi Musa 'Alaihi Salam) seolah-olah kita melihat hal-hal yang berkaitan dengan supranatural (dilihat nalar manusia) atau sebaliknya penglihatan kita dibuat seolah-olah hilang terhadap sesuatu hal (seperti sihir alat kelamin hilang padahal hakikatnya tidak hilang) . 
Contoh :
Misalkan ketika kita diruqyah kita mendapatkan visual melihat seseorang yang seperti dukun sedang berada di tempat ritual dengan segala aksesoris perdukunannya. Nah ini lebih identik terindikasi sihir dengan buhul tanpa Media dan hal ini bisa terjadi (tersihir) bukan hanya disebabkan oleh orang lain yang dzholim sama kita sumbernya, melainkan bisa juga karena : 
·     Fikiran kita sendiri yang dimanfaatkan syetan karena terlalu meyakini diri kita disihir oleh seseorang tanpa bukti yang real. 
·  Fikiran kita sendiri yang diakumulasi oleh syetan dari kalanganbangsa jin yang pernah bermuamalah dengan kita. Jin dari ritual-ritual, jin dari pengisian, jin dari wiridan-wiridan yang syubhat dan sebagainya. Karena karakter Jin yang bersumber dari muamalah kita dengan mereka itu senantiasa akan sepakat dengan apa yang kita yakini walaupun keyakinan itu adalah salah sekalipun.
Makanya jangan heran orang yang bermuamalah dengan bangsa jin mereka akan senantiasa merasa benar, bahkan ketika mereka tau itu salahpun mereka akan tetap kokoh dengan pendirian mereka. 
b.  Indera pendengaran (Karakter sihir dengan buhul tanpa media inipun bisa mempengaruhi terhadap pnedengaran kita, seolah-olah kita mendengar bisikan untuk membunuh/menyakiti orang yang kita cintai, mendengarkan suara-suara menyeramkan, seperti ada yang membisikan untuk menyakiti diri sendiri (walaupun hal tsb bisa juga karena psikis berat), dan lain sebagainya. 
c.   Indera penciuman (Seolah-olah kita sering mencium bau bangkai atau bau-bau aneh lainnya tapi orang disekitar kita tidak mengalaminya). 
d.  Indera perasa (Seolah-olah ketika makan apapun yang terasa adalah hal-hal yang meniijikan. 
e.  Indera Peraba (Seolah-olah kita meraba sesuatu tapi dzhohirnya tidakada).
·     Buhul Jenis ini bisa mempengaruhi organ-organ tubuh. Makanya kita sering menemukan seseorang tiba-tiba tidak bisa mengontrol alat gerak pada tubuh seseorang tidak bisa terkontrol tiba-tiba seperti mencekik orang orang yang tersayang, kaki bergerak tanpa sadar ke suatu tempat (kuburan/tempat tempat angker), ada juga kita menemukan fenomena perut membesar dan seperti perut tersebut bergerak-gerak dengan kencang seolah-olah ada makhluk disana (seperti gerakan bayi dalam kandungan) padahal itu bukan makhluk tapi memang organ-organ tubuh yang sudah terprogram oleh otak yang dipengaruhi syetan. 
·     Buhul jenis ini senantiasa mengakumulasi Fikiran-fikiran yang bermuatan dosa dan hal-hal yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya. Maka dari itu kita banyak menemukan orang-orang yang terkena sihir senantiasa cenderung emosian, sulit diberi nasihat, mudah mengulang (teringat memory buruk), selalu fokus kepada kekurangan pasangan, senantiasa didorong untuk suudzhon kepada seseorang dan lain sebagainya. 

Yang perlu kita ketahui ikhwah, Jenis buhul sihir ini memang bisa mempengaruhi otak pada manusia sehingga bisa memprogram seluruh organ-organ tubuh manusia yang menjadi korbannya, 
Namun, Sihir ini dan buhulnya tidak mempengaruhi sama sekali pada HATI Manusia. Maka benar sabda Nabi yang mengatakan "Didalam tubuh kita ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuh, dan jika segumpal daging itu rusak, rusak pula seluruh tubuh dan itu adalah "HATI".
Tentang Buhul tanpa media ini kita akan menemukan referensinya pada kisah Nabi Musa melawan para tukang sihir Fir'un di dalam Al-Qur'an SuratTha-ha Ayat 65-69. 
Allah SWT berfirman :

قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِمَّاۤ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّاۤ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى


Qooluu yaa muusaaa immaaa angtulqiya wa immaaa an nakuuna awwala man alqoo

Mereka berkata, Wahai Musa.! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan.?.
(QS. Ta-Ha 20: 65)

Allah SWT berfirman:

قَالَ بَلْ اَلْقُوْا ۚ فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى


Qoola bal alquu, fa idzaa hibaaluhum wa 'ishiyyuhum yukhoyyalu ilaihi mingsihrihim annahaa tas'aa

Dia (Musa) berkata, Silakan kamu melemparkan.! Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 66)

Allah SWT berfirman:

فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى


fa aujasa fii nafsihii khiifatam muusaa

Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 67)

Allah SWT berfirman:

قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى


Qulnaa laa takhof innaka antal-a'laa

Kami berfirman,Jangan takut.! Sungguh,engkaulah yang unggul (menang).
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 68)

Allah SWT berfirman:

وَاَ لْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا ۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍ ۗ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى


wa alqi maa fii yamiinika talqof maa shona'uu, innamaa shona'uu kaidu saahir, wa laa yuflihus-saahiru haitsu ataa

Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari manapun dia datang.
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 69)

Pelajaran yang bisa kita ambil dalam Suroh Thoha 65-69 adalah ; 
Þ  Esensi sihir yang di gunakan para tukang sihir Fir'aun dikisahkan pada kisah nabi musa melawan para tukang sihir fir'aun adalah salah satu contoh Sihir yang menggunakan buhul tanpa media.
Þ  Sihir dengan tanpa media mempengaruhi panca indera manusia.
Þ  Psikis Adalah Sumber utama akumulasi sihir dengan tanpa buhul adalah psikis (Digambarkan dalam kisah teesebut bahwa Nabi Musa dilarang oleh Allah Untuk takut bahkan sampai Allah memberikan motivasi bahwasanya sihir itu akan kalah darimana mereka datangpun, dengan kata lain emosi negatif sangat amat mempengaruhi terakumulasinya kekuatan sihir dengan buhul tanpa media ini lebih kuat pengaruhnya). 

Contoh-contoh sihir dengan buhul tanpa media : 
·     Ajian-ajian/rafalan-rafalan/bahkan wiridan-wiridan yang sering digunakan untuk memikat lawan jenismisal ajian jaran goyang,amalan/wiridan pengasihan, terkena imbas susuk, terkena imbas pengisian aura, terkena imbas zimat atau benda pusaka,pengasihan dan lain sebagainya. Ini semua contoh sihir yang menggunakan buhul tapi tanpa media hanya dengan menatap atau membayangkan wajah korban saja sambil dibacakan mantera-mantera. Atau amalan-amalan yang digunakan untuk membuat sakit korbannya dengan cara membayangkan wajah atau hanya melihat foto korban saja tidak membuat buhul dengan media apapun. 
Ciri-Ciri Mengarah Terkena SihirBuhul Tanpa Media dalam proses ruqyah : 
§  Ketika di ruqyah ataupun ruqyah mandiri sering hadir visual seolah-olah melihat melihat sosok dukun dengan aksesorisnya. Terbayangwajah seseorang yang tidak dikenal atau orang yang tidak asing baginya tapi tidak bernah berfikir tentangnya.
§ Terbayang seseorang seolah-olah ingin bertemu dan memadu kasih dengannya padahal awalnya tidak suka sama sekali, namun diwaktu-waktu kita sedang melakukan amal sholeh atau kebaikan lainnya orang yang terkena sihir buhul tanpa media ini cenderung akan merasa aneh dan terkadang bertanya kepada dirinya sendiri KENAPA SAYA BISA MEMIKIRKANNYA YA..?, KENAPA SAYA BISA SUKA SAMA DIA YA..?, atau bahkan Merasa dirinya kayaknya terkena sihir deh. 

Kalau tujuannya sihir untuk membuat sakit tapi dengan buhul tanpa media, Sang korban akan merasa sakit dibagian tubuh yang dijadikan target hanya diwaktu yang mengirimkan sihir membaca manteranya saja. Dan ini bisa diketahui dengan ciri-ciri mengarah sbb ;
Þ  Korban sihir dengan jenis buhul tanpa media lebih identik Sakit yang dideritanya Berjangka/Diwaktu-waktu tertentu saja namun sakit yang dideritanya intensitas sakitnya sangat tinggi, namun berjangka waktu setelah itu intensitasnya akan berkurang. Kembali seperti awal.
Þ  Rasa sakit itu hanya sebagai akumulasi dari penyakit yang sudah ada pada sikorban.
Þ  Dalam perjalanan sakit dalam pengaruh sihir dengan buhul tanpa media ini, didalam tidurnya sang korban senantiasa selalu sasar (dibawa kealam lain) dan mengigau sepanjang tidurnya dengan igauan yang seperti seolah-olah dibawa ke suatu tempat, dipukuli dan lain sebagainya. 
Þ  Ketika penyakitnya menjadi parah karena terakumulasi oleh sihir ini dan si korban kesadaranya menurun drastis maka korbanpun akan sering sasar walau tidak dalam keadaan tidak tidur. 
Þ  Dalam proses ruqyah Jarang terjadi reaksi yang frontal bahkan terkadang reaksi muntah pun jarang jika sudah dalam kondisi penurunan kesadaran. 

CARA UNTUK MEMUTUSKAN BUHUL TANPA MEDIA INI ADALAH :
Cara Termudah : 
Jika kita melihat Alur Kisah NabiMusa mengalahkan Para tukangsihir Fir'aun maka kita akan menemukan pola sbb : 
·       YANG PALING UTAMA YANG KITA BISA AMBIL PELAJARAN UNTUK MENGALAHKAN SIHIR YAITU DENGAN MEMANTASKAN DIRI DIHADAPAN ALLAH.
·       SIHIR AKAN BISA BERULAH DAN TERAKUMULASI PADA KEHIDUPAN KITA JIKA KITA MENEMPATKAN POSISI KITA DALAM PERASAAN YANG TIDAK FITROH ; DIDALAM KISAH TERSEBUT RASA " TAKUT" ADALAH CELAH TERBESAR SIHIR DAN MEYAKINI SIHIR ITU LEMAH ADALAH KUNCI BERLEPAS DAEI PENGARUH BAHKAN BISA MENGALAHKAN SIHIRNYA. TENTUNYA HAL TERSEBUT HARUS SECARA MENYELURUH BUKAN HANYA SEKEDAR UCAPAN DAN KEYAKINAN DALAM HATI SAJA MELAINKAN HARUS SELARAS JUGA MELEMAHKAN DENGAN FIKIRAN, SIKAP, DAN PRILAKU KITA. 
Dua point di atas sebenarnya sudah cukup untuk melepaskan pengaruh sihir dan buhul sihir tanpa media ini. 
Ini tambahan terapinya: 
1.    Minta Suami/ istri kita memegang ubun - ubun kita dan bacakan ayat - ayat ruqyah berikut: 
Al - fatihah

Al - baqarah 1-5
Al- baqarah 255
3 Ayat terakhir albaqarah
Al - Hasyr 21-24
30 ayat terakhir suroh Ibrohim
Al - Ikhlas 
Al -Falaq 
An-naas

2.    Buat Air ruqyah dengan boleh membaca ayat-ayat yang sama seperti point di atas atau lebih bagus dengan memabaca suroh Al-Baqarah full.

Mandikan pada pasien dengan cara setiap guyuran ubun-ubun ditepuk-tepuk sedang sambil membaca Ayat Qursy. 

3.    Detox dengan herbal Madu ( secukupnya) + air rebusan Daun Pandan (dari 3lembar daun pandan diris tipis di rebus dengan 3 gelas air hingga menjadi 1 gelas air + Garam 2 Sendok teh).
Konsumsi kali 3sehari. Dan lakukan terapi diatas selama beberapa hari. 

Direpost dan Diedit sebagian oleh Ade Abdul Djalal
Allah Ta’ala berfirman:
Bersambung Ke bagian 2 Buhul Sihir Menggunakan Media


BUHUL SIHIR